Berita Bola

AS Roma Butuh Healing? Mourinho Bilang Mental Pemainnya Lemah

Tribunbola.News – AS Roma seharusnya bisa meraup tiga poin dari laga lanjutan Serie A melawan Juventus yang digelar pada Senin (10/1/2022) dini hari tadi. Sayangnya, mereka justru menelan kekalahan dengan skor tipis 3-4.

Klub berjuluk Giallorossi tersebut sempat unggul dua kali dari tamunya itu. Mereka mencetak gol lebih dulu pada menit ke-11 lewat sundulan Tammy Abraham, sebelum dibalas Paulo Dybala tujuh menit berselang.

Pada awal babak kedua, mereka berhasil menambah dua gol dari Henrikh Mkhitaryan dan Lorenzo Pellegrini yang mengubah skor jadi 3-1. Margin skor dua gol terkadang sulit buat dikejar, apalagi kalau pertandingan telah memasuki babak kedua.

Namun Roma menjadi anomali. Memasuki menit ke-70, dalam kurun waktu tujuh menit, mereka kebobolan tiga gol dari aksi Manuel Locatelli, Dejan Kulusevski dan Mattia De Sciglio. Alhasil kedudukan berbalik jadi 3-4.

Lihat Juga:  Giovani Lo Celso Cedera, Lionel Scaloni: Dia Tak Tergantikan

Tidak Masalah Menang 3-2

Roma mendapatkan kesempatan untuk menyamakan skor di menit ke-81, setelah Matthijs de Ligt melakukan handsball yang membuatnya menerima kartu kuning kedua. Sayang, Pellegrini gagal menghasilkan gol dari kesempatan emas tersebut.

Tentu ini menjadi pertanyaan. Bagaimana mungkin Roma bisa dikejar oleh Juventus saat sudah unggul jauh? Padahal Juventus punya masalah di lini depannya. Sang pelatih, Jose Mourinho, mengungkapkan kalau mental pemainnya sedang bermasalah.

“Semuanya berjalan dengan baik selama 70 menit, kemudian terjadi kolaps psikologis ini. Skor 2-3 membunuh kami. Felix tampil hebat, dengan akhir sebuah sprint melawan Cuadrado. Saya menariknya keluar dan penggantinya berbuat kesalahan.”

“Ketika kami membiarkan mereka mengejar jadi 3-2, sebuah tim dengan mentalitas kuat seperti Juventus, karakter yang kuat. Rasa takut tercipta. Kerumitan psikologis. Saya tidak masalah menang 3-2, itu masalah buat mereka,” katanya kepada DAZN

Mental Pemain Lemah

Roma terbebani ketika Juventus mulai mengejar di saat sang pelatih sebenarnya tidak mempermasalahkan berapa pun skornya. Asalkan Giallorossi menang, itu cukup buat pelatih berkebangsaan Portugal tersebut.

Lihat Juga:  Disia-siakan Solskjaer dan Rangnick, Lampard Puji Van de Beek: Pemain yang Sangat Cerdas!

“Pada akhirnya, ketika anda sedang buruk, anda harus bangkit dan menemukan karakter. Tapi ada beberapa orang di ruang ganti ini yang terlalu baik, sedikit lemah,” kata Mourinho lagi.

“Saya sudah memberitahu para pemain, jika pertandingan berakhir di menit ke-70, itu sudah menjadi performa yang luar biasa. Sayangnya, pertandingan tidak berakhir seperti itu,” pungkasnya.

Hasil ini jelas memperburuk peluang Roma buat finis di empat besar klasemen Serie A. Mereka sekarang menduduki peringkat ketujuh dengan 32 poin, tertinggal lima angka dari Juventus yang sekarang menempati posisi kelima. (bola.net)

Similar Posts