Berita Bola

Bikin Blunder Fatal di laga Tottenham vs Liverpool, Percayalah Wasit Juga Kecewa Kok!

Tribunbola.News – Kinerja wasit dan VAR di Liga Inggris 2023/2024 sedang benar-benar diperhatikan. Musim ini, ada beberapa keputusan aneh wasit yang menimbulkan kontroversi.

Salah satu kontroversi terbesar tercipta di laga Tottenham vs Liverpool beberapa waktu lalu. Liverpool harus mengaku kalah dengan skor 1-2 dalam lawatan ke Tottenham Hotspur Stadium. Nahasnya kekalahan kali ini pun lebih dari sekadar tiga poin yang hilang.

Ada begitu banyak kontroversi sepanjang pertandingan. Laga berjalan aneh, kepemimpinan wasit Simon Hooper benar-benar buruk. Ada begitu banyak keputusan yang merugikan Liverpool.

Miskomunikasi anulir gol Luis Diaz
Di laga tersebut, Liverpool tidak hanya kehilangan satu pemainnya karena kartu merah, tetapi sampai dua pemain. Curtis Jones menerima kartu merah langsung di menit ke-26, lalu Diogo Jota mendapat kartu kuning kedua di menit ke-69.

Lihat Juga:  Yaya Toure Bakal Gabung Staf Kepelatihan Mikel Arteta di Arsenal?

Kekurangan satu pemain saja bakal menyulitkan tim manapun untuk mengincar hasil maksimal, apalagi kalau sampai kehilangan dua pemain.

Saat kehilangan satu pemain, Liverpool sempat mencetak gol di menit ke-34. Luis Diaz menerima umpan terobosan dari Mohamed Salah, lalu mencetak gol dalam situasi satu lawan satu.

Diaz sudah melakukan selebrasi, tetapi gol tersebut dinyatakan offside. Anulir ini kemudian dipermasalahkan karena dari tayangan video, posisi Diaz onside.

Kini, ternyata terbukti bahwa ada miskomunikasi antara wasit di lapangan dan wasit VAR. Seharusnya gol Diaz onside dan Liverpool bisa saja menang.

Rilis rekaman percakapan
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, rofessional Game Match Officials Limited (PGMOL) merilis rekaman percakapan antara Simon Hooper dan wasit VAR. Terdengar jelas bahwa ada kesalahpahaman antara keduanya.

Lihat Juga:  Kalau Mau Mbappe, Liverpool Harus Siap Bayar Gajinya 1.25 Juta Pounds per Pekan

“Tidak ada yang lebih kecewa daripada wasit sendiri. Mereka bangga dengan pekerjaan mereka, mereka ingin memberikan pengaruh positif dalam pertandingan, tapi hal itu tidak terjadi dalam kasus ini,” ujar Howard Webb, ketua PGMOL.

“Tentu saja, tanpa VAR gol yang dianulir akan tetap dianulir, tapi VAR ada untuk membantu ketika kami membuat keputusan yang salah di lapangan. Jadi jelas bahwa kami kecewa.”

“Tugas kami adalah untuk mencari tahu apa yang terjadi dan apa yang bisa kami lakukan untuk mencegah hal yang sama terulang lagi di masa depan,” tandasnya.

Similar Posts