Berita Bola

Dejan Kulusevski Senang Bisa Tinggalkan Juventus

Tribunbola.News – Terkadang ada baiknya untuk memutuskan pergi dan mencari peruntungan baru, seperti yang dilakukan Dejan Kulusevski. Pemain berusia 22 tahun ini senang bisa meninggalkan Juventus dan bermain di Tottenham sebagai pemain pinjaman.

Kulusevski tiba di Tottenham pada pertengahan musim 2021/2022 dan akan kembali ke Juventus setelah musim 2022/2023 berakhir. Padahal setengah musim sebelumnya, pemain timnas Swedia ini bisa dibilang jadi salah satu pemain inti Bianconeri.

Namun, ia akhirnya tetap memutuskan pergi. Tottenham yang saat itu diasuh Antonio Conte lumayan membuatnya tertarik. Pilihannya terbukti tidak salah dan justru tampil lebih baik di Inggris.

Buktinya, jika Kulusevski perlu 74 pertandingan di Juventus untuk mencetak sembilan gol dan sepuluh assist, ia melakukannya lebih cepat di Tottenham. Saat ini ia sudah mencetak enam gol dan 11 assist dari hanya 29 pertandingan.

Lihat Juga:  Chelsea Bakal Lepas 15 Pemain!

Senang Bisa Pergi

Dejan Kulusevski dibayangi Maya Yoshida di laga Juventus vs Sampdoria di pekan keenam Serie A 2021-22 di Juventus Stadium, Minggu (26/09/2021) malam WIB. (c) LaPresse via AP Photo
Dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport, Kulusevski senang bisa pergi dari Juventus. Menit bermain yang terjamin di sana justru membuatnya berpikir ada yang salah ketika ia bermain di sana.

“Pengalaman saya di Juventus? Kadang-kadang di sepak bola memang ada yang salah. Padahal saya tidak mengubah apapun di diri saya, selama di Juventus dan di sini,” katanya.

“Di Inggris, saya bisa jadi hebat dan rasanya semuanya lebih baik daripada di Italia, baik di dalam dan luar lapangan. Di Juve, bagaimanapun ada hal yang salah dari apa yang saya coba lakukan.”

Lihat Juga:  Arteta Konfirmasi Bukayo Saka Sudah Pulih Jelang Laga Kontra FC Zurich

Selalu Melihat ke Depan

Pemain Tottenham, Dejan Kulusevski (kiri) berebut bola dengan penggawa Middlesbrough dalam laga putaran kelima FA Cup hari Rabu (2/3/2022). (c) AP Photo
Kulusevksi sadar akan kesulitan yang dihadapinya selama berseragam Juventus. Oleh sebab itu, ia mencoba melihat ke depan dan melihat ada peluang untuk melakukan hal yang baru.

“Saya adalah orang yang lebih suka melihat ke depan, daripada ke masa lalu. Saya tidak memiliki masa yang cukup bagus di Juventus. Kalau kalian sadar ada yang tidak baik, maka sulit untuk membalikkan keadaan,” ucapnya.

“Akhirnya saya pilih untuk pergi dari Juventus. Ternyata pilihan untuk meninggalkan italia adalah yang terbaik yang bisa saya lakukan dalam situasi tersebut.”

Lihat Juga:  Manchester United Bisa Jumpa PSG dan Inter di 16 Besar, Apa Kata Ralf Rangnick?

Similar Posts