Berita Bola

Sering Marah dan Protes, Bruno Fernandes Contoh Buruk untuk Mason Greenwood

Tribunbola.News – Bahasa tubuh Bruno Fernandes dinilai sebagai contoh yang buruk untuk para pemain muda Manchester United. Bruno Fernandes harus mengurangi ‘hobi’ marah-marah di lapangan dan menyalahkan pemain lain.

United mengalami beberapa momen sulit pada musim 2021/2022 ini. Mereka memang lolos ke babak 16 Besar Liga Champions, tetapi gagal di Carabao Cup dan kesulitan bersaing untuk gelar juara di Premier League.

United telah mendepak Ole Gunnar Solskjaer dan menunjuk Ralf Rangnick sebagai manajer baru. Tapi, krisis yang terjadi belum benar-benar usai. Performa tim masih belum sesuai dengan harapan.

Jangan Marah Terus, Bruno!

Para pemain senior United belakangan mendapat sorotan. Cristiano Ronaldo sering langsung masuk ke ruang ganti saat tim tampil buruk. Ronaldo tidak menyapa fans atau bersalaman dengan pemain lain.

Lihat Juga:  Usai Argentina & Jerman Takluk, Ini 5 Laga Fase Grup Piala Dunia 2022 yang Juga Tak Boleh Dilewatkan

Bruno Fernandes juga mendapat banyak sorotan. Fernandes sering menunjukkan bahasa tubuh yang buruk. Dia acap kali mengangkat tangan tanda kecewa. Dia juga sering marah-marah dengan situasi di lapangan.

“Bruno Fernandes salah satu (pemain United dengan bahasa tubuh yang buruk). Dia pemain yang fantastis, sangat luar biasa sejak dia datang ke klub,” kata Alan Hutton.

“Fernandes mengangkat tangannya ke udara, menyalahkan orang lain. Ini skuad dengan banyak pemain muda, seperti Greenwood. Ada harapan besar agar dia membantu mereka berkembang dan maju,” tegasnya.

Lari dan Tekel!

Menurut Alan Hutton, pemain United tidak seharusnya menunjukkan bahasa tubuh seperti Bruno Fernandes. Mereka harus menunjukkan tanggung jawab lebih. Harus memberikan aura positif walau situasinya sulit.

Lihat Juga:  Data dan Fakta Serie A: Udinese vs AC Milan

“Ada banyak kabar miring. Itu tidak baik. Saya mendengar tentang hal-hal di balik layar dan bahwa ruang ganti tidak bahagia. Sebagai orang luar, yang paling menonjol adalah bahasa tubuh pemain,” katanya.

“Anda bisa mengalami kemerosotan, itu bisa saja terjadi, tetapi Anda masih harus melakukan tekel, Anda masih bisa berlari di lapangan,” tegas eks pemain Aston Villa tersebut. (bola.net)

Similar Posts