Berita Bola

Statistik Perempat Finalis Piala Dunia 2022, Timnas Maroko Punya Kunci Jadi Unggulan

Tribunbola.News – Di antara perempat finalis Piala Dunia 2022 timnas Maroko punya faktor yang dapat membuat mereka unggul atas kontestan favorit seperti timnas Argentina hingga Brasil.

Rangkaian laga perempat final Piala Dunia 2022 akan dimulai pada Jumat (9/12/2022) ini pukul 22.00 WIB.

Start fase 8 besar Piala Dunia 2022 ditandai partai timnas Kroasia vs Brasil di Stadion Education City.

Empat jam kemudian menyusul digelar duel timnas Belanda vs Argentina di Stadion Lusail.

Di antara peserta tersisa, timnas Maroko menyita atensi karena terselip di tengah kontestan unggulan yang jauh lebih berpengalaman mentas di fase-fase akhir Piala Dunia.

Wajar karena inilah partisipasi terjauh timnas Maroko di Piala Dunia, melampaui babak 16 besar pada Meksiko 1986.

Tim Singa Atlas kini tak boleh lagi dipandang sebelah mata selepas finis di atas Kroasia dan Belgia di grup, serta menyingkirkan Spanyol via adu penalti.

Lihat Juga:  Rangnick Dituduh Punya Anak Emas, Bailly Ingin Maguire Dicadangkan, Ruang Ganti MU Kacau Balau!

Achraf Hakimi dkk memiliki modal pertahanan terbaik di antara para perempat finalis.

Timnas Maroko baru kemasukan sebiji gol dalam 4 pertandingan Piala Dunia 2022.

Jumlah itu hanya bisa disamai Tunisia, yang lebih dulu gugur di Grup D.

Secara beruntun, mereka menahan Kroasia 0-0, menghajar Belgia 2-0, menang atas Kanada 2-1, serta lolos via adu penalti melawan Spanyol (0-0).

Saking sulitnya jala Yassine Bounou ditembus, tiga tembakan lewat adu penalti dari pemain Spanyol pun gagal menaklukkan gawang Maroko.

Sejarah Piala Dunia menunjukkan ketangguhan pertahanan lebih sering menjadi kunci kesuksesan daripada ketajaman lini depan.

Menurut data situs FIFA yang dikutip BolaSport.com, enam juara terakhir Piala Dunia sukses mencatat gabungan 17 clean-sheet dari 24 partai fase knockout.

Lihat Juga:  Bintang Timnas Prancis Ini Gantikan Cristiano Ronaldo di Manchester United?

Ambil contoh nyata dari timnas Spanyol di Piala Dunia 2010.

La Furia Roja cukup menang dengan skor 1-0 sejak babak 16 besar hingga final guna mengunci gelar Piala Dunia pertama dan terakhirnya.

Total, Spanyol membukukan 5 clean sheet di Afsel 2010, sementara tim tersubur, Jerman (16 gol), harus puas finis di peringkat tiga.

Anomali serupa dilakoni timnas Yunani pada Euro 2004.

Negeri Para Dewa menjungkirbalikkan prediksi dengan memenangi turnamen bermodalkan permainan pragmatis, tapi efektif.

Theodoros Zagorakis dkk pun mencatat kemenangan beruntun 1-0 sepanjang fase gugur hingga final.

Tim-tim seperti ini menyadari kualitas permainan mereka secara individu mungkin kalah jauh dari para kontestan unggulan.

Lihat Juga:  Performa Timnas Indonesia di Leg Pertama Semifinal Piala AFF 2020: Loyo di Babak Kedua

Namun, kekompakan permainan Singa Atlas sebagai sebuah unit padu kala bertahan secara dalam dan beralih ke mode menyerang frontal menjadi senjata mujarab buat menaklukkan mangsa lebih besar.

Dari 4 laga, bisa diamati kecenderungan timnas Maroko untuk mengorbankan diri diserang lawan, lalu mengintip celah guna menyerang balik secara tajam via sayap-sayap kilat.

Mereka selalu inferior dalam penguasaan bola, yakni saat menghadapi Kroasia (35%), Belgia (33%), Kanada (41,2%), dan Spanyol (23%).

Akan tetapi, kondisi tersebut dikompensasi dengan efisiensi hebat dalam eksekusi peluang dan meminimalkan serangan-serangan berbahaya musuh.

Kalau data tersebut jadi acuan, timnas Portugal dan Inggris selaku kontestan tersubur sejauh ini di Piala Dunia 2022 seharusnya pantang untuk jemawa.

Similar Posts